Thursday, 18 July 2013

Istri Kesayangan Rasullulah SAW

Kisah Siti Aisyah Binti Abu Bakar R.A


Rasulullah SAW membuka lembaran kehidupan rumah tangganya dengan Aisyah r.a yang telah banyak dikenal. Ketika wahyu datang pada Rasulullah SAW, Jibril membawa kabar bahwa Aisyah adalah istrinya didunia dan diakhirat, sebagaimana diterangkan didalam hadits riwayat Tirmidzi dari Aisyah r.a, Jibril datang membawa gambarnya pada sepotong sutra hijau kepada Nabi SAW, lalu berkata.’ Ini adalah istrimu didunia dan di akhirat.” Dialah yang menjadi sebab atas turunnya firman Allah SWT yang menerangkan kesuciannyadan membebaskannya dari fitnah orang-orang munafik.
 
Aisyah dilahirkan empat tahun sesudah Nabi SAW diutus menjadi Rasul. Semasa kecil dia bermain-main dengan lincah, dan ketika dinikahi Rasulullah SAW usianya belum genap sepuluh tahun. Dalam sebagian besarriwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW membiarkannya bermain-main dengan teman-temannya. Dua tahun setelah wafatnya Khadijah r.a datang wahyu kepada Nabi SAW untuk menikahi Aisyah r.a. Setelah itu Nabi SAW berkata kepada Aisyah, ” Aku melihatmu dalam tidurku tiga malam berturut-turut. Malaikat mendatangiku dengan membawa gambarmu pada selembar sutra seraya berkata,’ Ini adalah istrimu.’ Ketika aku membuka tabirnya, tampaklah wajahmu. Kemudian aku berkata kepadanya,’ Jika ini benar dari Allah SWT , niscaya akan terlaksana.”
 
Mendengar kabar itu, Abu Bakar dan istrinya sangat senang, terlebih lagi ketika Rasulullah SAW setuju menikahi putri mereka, Aisyah. Beliau mendatangi rumah mereka dan berlangsunglah pertunangan yang penuhberkah itu. Setelah pertunangan itu, Rasulullah SAW hijrah ke Madinah bersama para sahabat, sementara istri-istri beliau ditinggalkan di Makkah. Setelah beliau menetap di Madinah, beliau mengutus orang untuk menjemput mereka, termasuk didalamnya Aisyah r.a. Dengan izin Allah SWT menikahlah Aisyah dengan mas kawin 500 dirham. Aisyah tinggal dikamar yang berdampingan dengan masjid Nabawi. Dikamar itulah wahyu banyak turun, sehingga kamar itu disebut juga sebagai tempat turunnya wahyu. Dihati Rasulullah SAW, kedudukan Aisyah sangat istimewa, dan tidak dialami oleh istri-istri beliau yang lain. Didalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik dikatakan, ” Cinta pertama yang terjadi didalam Islam adalah cintanya Rasulullah SAW kepada Aisyah r.a.”
 
Didalam riwayat Tirmidzi dikisahkan “Bahwa ada seseorang yang menghina Aisyah dihadapan Ammar bin Yasir sehingga Ammar berseru kepadanya,’ Sungguh celaka kamu. Kamu telah menyakiti istri kecintaanRasulullah SAW.” Sekalipun perasaan cemburu istri-istri Rasulullah SAW terhadap Aisyah sangat besar, mereka tetap menghargai kedudukan Aisyah yang sangat terhormat. Bahkan ketika Aisyah wafat, Ummu Salamah berkata, ‘Demi Allah SWT, dia adalah manusia yang paling beliau cintai selain ayahnya (Abu Bakar)’.
 
Di antara isteri-isteri Rasulullah SAW, Saudah bin Zum`ah sangat memahami keutamaan-keutamaan Aisyah, sehingga dia merelakan seluruh malam bagiannya untuk Aisyah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Aisyah sangat memperhatikan sesuatu yang menjadikan Rasulullah SAW rela. Dia menjaga agar jangan sampai beliau menemukan sesuatu yang tidak menyenangkan darinya. Karena itu, salah satunya, dia senantiasa mengenakan pakaian yang bagus dan selalu berhias untuk Rasulullah SAW. Menjelang wafat, Rasulullah SAWmeminta izin kepada istri-istrinya untuk beristirahat dirumah Aisyah selama sakitnya hingga wafat. Dalam hal ini Aisyah berkata, “Merupakan kenikmatan bagiku karena Rasulullah SAW wafat dipangkuanku.” Bagi Aisyah, menetapnya Rasulullah SAW selama sakit dikamarnya merupakan kehormatan yang sangat besar karena dia dapat merawat beliau hingga akhir hayat. Rasulullah SAW dikuburkan dikamar Aisyah, tepat ditempat beliau meninggal. Sementara itu, dalam tidurnya, Aisyah melihat tiga buah bulan jatuh ke kamarnya. Ketika dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, Abu Bakar berkata, “Jika yang engkau lihat itu benar, maka dirumahmu akan dikuburkan tiga orang yang paling mulia dimuka bumi.” Ketika Rasulullah SAW wafat, Abu Bakar berkata, “Beliau adalah orang yang paling mulia diantara ketiga bulanmu.” Ternyata Abu Bakar dan Umar dikubur dirumah Aisyah.
 
Setelah Rasulullah SAW wafat, Aisyah senantiasa dihadapkan pada cobaan yang sangat berat, namun dia menghadapinya dengan hati yang sabar, penuh kerelaan terhadap taqdir Allah SWT dan selalu berdiam dirididalam rumah semata-mata untuk taat kepada Allah SWT. Rumah Aisyah senantiasa dikunjungi orang-orang dari segala penjuru untuk menimba ilmu atau untuk berziarah kemakam Nabi SAW. Ketika istri-istri Nabi SAW hendak mengutus Ustman menghadap khalifah Abu Bakar untuk menanyakan harta warisan Nabi SAW yang merupakan bagian mereka, Aisyah justru berkata, “Bukankah Rasulullah SAW telah berkata, ‘Kami paranabi tidak meninggalkan harta warisan. Apa yang kami tinggalkan itu adalah sedekah.” Dalam penetapan hukum pun, Aisyah kerap langsung menemui wanita-wanita yang melanggar syariat Islam. Didalam Thabaqat, Ibnu Saad mengatakan bahwa Hafshah binti Abdirrahman menemui Ummul Mukminin Aisyah r.a. Ketika itu Hafshah mengenakan kerudung tipis. Secepat kilat Aisyah menarik kerudung tersebut dan menggantinya dengan kerudung yang tebal. Aisyah tidak pernah mempermudah hukum kecuali jika sudah jelas dalilnya dari Al Qur`an dan Sunnah. Aisyah adalah orang yang paling dekat dengan Rasulullah SAW sehingga banyak menyaksikan turunnya wahyu kepada beliau. Aisyah pun memiliki kesempatan untuk bertanya langsung kepada Rasulullah SAW jika menemukan sesuatu yang belum dia pahami tentang suatu ayat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ia memperoleh ilmu langsung dari Rasulullah SAW. Aisyah termasuk wanita yang banyak menghapalkanhadits-hadits Nabi SAW, sehingga para ahli hadits menempatkan dia pada urutan kelima dari para penghapal hadits setelah Abu Hurairah, Ibnu Umar, Anas bin Malik dan Ibnu Abbas.
 
Dalam hidupnya yang penuh dengan jihad, Sayyidah Aisyah wafat pada usia 66 th, bertepatan dengan bulan Ramadhan,th ke-58 H, dan dikuburkan di Baqi`. Kehidupan Aisyah penuh dengan kemuliaan, kezuhudan, ketawadhuan, pengabdian sepenuhnya kepada Rasulullah SAW, selalu beribadah serta senantiasa melaksanakan shalat malam. Selain itu, Aisyah banyak mengeluarkan sedekah sehingga didalam rumahnya tidak akan ditemukan uang satu dirham atau satu dinar pun. Dimana sabda Rasul, “Berjaga dirilah engkau dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma.” (HR. Ahmad )
 
 
Sumber : http://www.blogger.com/profile/10458422917891538892

Daun yang Jatuh Tidak Pernah Membenci Angin



biarlah seperti daun yang jatuh..
yg tidak akan pernah membenci angin meski terenggutkan dari tangkainya…

Sudah sebuah hukum alam,
bahwa ketika daun-daun itu berguguran dari pohonnya,
tidak lain adalah karena angin yang berhembus dan menggoyahkan
pertahanannya pada pohon. Namun mengapa mereka tidak menyalahkan angin itu?
Karena mereka tau,
pada dasarnya tubuh mereka memang sudah lemah, tertelan usia, terenggut waktu.
Mereka yang berguguran adalah mereka yang sudah mencapai batas waktunya,
Pertanyaannya adalah,
apakah mereka menyesal?
Ternyata mereka tidak. Karena mereka sadar dan tau pasti,
bahwa takdir kehidupan di atas pohon hanya sampai hari itu.
Hari dimana sang angin berhembus dan membawa mereka berjatuhan di atas tanah.
Jikalau daun itu ingin memberikan toleransi pada ego mereka,
banyak hal yang dapat dilakukan,
seperti menghakimi batang yang tidak memegangnya erat
sehingga akhirnya terlepas karena hempasan angin.
Atau bahkan meminta akar untuk tidak menyerap apapun dari tanah
sehingga pohon itu tidak akan bertambah tua,
dan daun-daun itu akan tetap kuat tanpa harus menjadi rapuh.
Banyak hal yang dapat daun lakukan,
sebelum dia menunjuk pada dirinya sendiri.
Tapi ternyata daun-daun itu memilih jalannya,
untuk tidak melibatkan banyak pihak, pada takdir yang memang harus dirasakannya,
yang menjadi bagian dari kehidupannya.
Berhentikah mereka sampai disitu?
Ternyata tidak. Saat mereka berguguran diatas tanah,
mereka tau bahwa mereka akan dikumpulkan dengan saudaranya yang lain,
kemudian dicampurkan dengan sisa pembuangan lainnya.
Tapi mereka berkumpul bukan untuk menjadi pengganggu bagi ekosistem kehidupan,
namun menjadi sumber bagi tumbuhnya daun-daun baru.
Ya, memang hanya pupuk kompos,
namun mereka tau bahwa akhir hayatnya akan ditutup dengan
memberikan kebermanfaatan yang sangat luas.
Lalu untuk apa mereka menyalahkan angin,
jika ternyata ialah yang mengantarkan mereka pada akhir yang membahagiakan?
Meski itulah takdir yang harus dilewati oleh mereka,
tapi ternyata tidak menjadi buruk diakhirnya.
Mungkin daun-daun itu pernah berpikir bahwa keberadaan mereka
di atas pohon sangat bermanfaat untuk menciptakan oksigen yang
diperlukan bagi seluruh makhluk hidup di bumi ini,
dan jika mereka gugur, maka gugurlah kebermanfaatan itu.
Tapi ternyata skenarionya tidak berhenti sampai disitu.
Ada yang lebih indah menanti mereka di depan sana.
Hanya perlu pasrah dan bertawakkal, terhadap janjiNya yang selalu pasti.
Apa yang akan terjadi jika daun-daun itu menyalahkan angin?
Tentu ia hanya akan meratapi diri,
tenggelam dalam kesedihan dan merasa malu terhadap keadaan.
Ia bersembunyi dibalik telunjuknya terhadap angin.
Berkoar-koar kesana kemari, mengatakan bahwa anginlah yang menyebabkan
kehidupannya berakhir dan menderita tanpa menjadi bermanfaat lagi bagi
ekosistem kehidupan.
Ada sebuah pepatah,
saat satu jari telunjuk diarahkan pada orang lain,
maka empat jari lainnya mengarah pada diri kita sendiri.
Mungkin daun-daun itu memahami benar makna dari pepatah tersebut.
Ia sadar bahwa dengan menyalahkan angin,
ia tidak akan mendapatkan keuntungan apapun.
Ia tetap akan dipandang sebagai daun yang gugur, tidak dapat berfotosintesis,
dan hanya mengotori tanah.
Namun ia mampu bangkit menatap masa depan,
mereka memiliki harapan dengan berpikir positif terhadap takdir
yang disuratkan olehNya.
Karena mereka yakin bahwa di setiap kejadian pasti akan ada hikmahnya,
termasuk gugurnya mereka diatas tanah.
Mereka mencari dan terus mencari sehingga akhirnya
menemukan hikmah yang tersembunyi dibalik takdir itu.
Tak ada kesedihan untuk menatap kehidupan setelah
hempasan angin yang menyebabkan mereka berguguran,
karena mereka tau apa yang harus dilakukan.
Tidak lagi bergantung pada batang, memohon pada akar,
atau bahkan menyalahkan angin.
Mereka hidup dengan penuh optimisme,
yakin bahwa garis kehidupan mereka sudah dipersiapkan
dengan sangat matang oleh Sang Pemilik Skenario.
Hanya perlu bersabar, dan terus berusaha untuk
menemukan scene yang diinginkanNya, tanpa harus mengeluh ataupun
menyalahkan keadaan.
Karena setiap makhlukNya yang terlahir ke dunia,
tak lepas dari puzzle-puzzle yang terpisah,
yang meminta dirangkai untuk menemukan kebahagiaan
yang hakiki. Hanya perlu kembali menunjuk pada diri sendiri,
seberapa kuatkah kita untuk berpetualang dalam skenarioNya?

Thursday, 11 July 2013

Awas, Stres Picu Berbagai Penyakit

Hampir setiap orang pernah mengalami stres, baik laki-laki maupun perempuan. Stres pada orang dewasa terutama disebabkan oleh kelelahan di tempat kerja dan masalah keuangan. Masalah di rumah juga seringkali menjadi penyebab munculnya stres.

Para dokter dan tenaga kesehatan menemukan adanya peningkatan jumlah anak-anak yang kini juga mulai mengalami stres. Hal ini seringnya akibat tekanan akademis di sekolah yang meningkat, seperti dilansir laman femalefirst.

"Rendahnya tingkat energi, gangguan tidur, kelelahan, kecemasan, dan kenaikan berat badan yang disebabkan karena stres jumlahnya juga meningkat akhir-akhir ini," ujar Victoria Tyler, terapis gizi di London's Harley Street.

Sebenarnya, lanjutnya, dengan menggunakan stres seseorang dapat mengidentifikasi masalah kesehatan yang dialami, agar bisa mengevaluasi tindakan apa yang paling tepat. Ia mengatakan siapa saja dapat melakukan uji stres untuk mengetahui seberapa stres dirinya dan apakah dengan tingkat stres tersebut ia berisiko memiliki masalah kesehatan.

"Banyak penelitian ilmiah baru yang menunjukkan dengan jelas bahwa stres dapat mendatangkan kerusakan pada tubuh. Stres jangka panjang tidak hanya menyebabkan penyakit jantung dan tekanan darah tinggi, tetapi juga berkaitan dengan menjadi pikun, fungsi kekebalan tubuh berkurang, serta obesitas," ujar Tyler.

Pernyataan Victoria didukung oleh The American Medical Association. Lembaga ini memperkirakan bahwa dari semua penyakit yang ada, 80 persen berasal dari stres. Dan 80 persen stres menariknya diakibatkan oleh masalah di tempat kerja.

Banyak orang merasa stres dan tertekan dari hari ke hari, sehingga menjadi stres jangka panjang. Masalah kompleks semacam ini akan mengakibatkan masalah kesehatan yang serius. Jika dibiarkan, stres bisa memicu kematian dini, (sumber : berita8.com).

Monday, 8 July 2013

Life in The World


" Kulakuakan apa yang sanggup kulakuakan, sisanya yang tak mungkin ku lakukan kuserahkan kepada pemilikku ALLAH SWT"



Hidup adalah pilihan.
Saya harus ,mampu memilih disaat sadar, tapi tidak kecewa kalau merasa tidak mampu memilih. Selama bisa memilih, saya memilih apa yang saya inginkan, bukan yang tidak saya inginkan.
Saat sedang marah pada seseorang, saat itu juga saya sesungguhnya bisa memilih mengalihkan perhatian kepada orang yang saya cintai dan mencintai saya. Bohong bila saya mengatakan saya tidak sanggup memilih. Saya mampu memilih, sangat bisa. Orang yang saya cintai,orang yang mencintai saya, itu mutlak ada, jelas ada di dekat saya untuk saya sayangi dan menyayangi saya.



"Setiap Cobaan Hidup bertujuan mendewasakan diri"

Saya mampu mengalihkan Fokus pada hal - hal yang membahagiakan. tentu saya mampu melakukanya karena ini bukan sesuatu yang imajinatif. Orang - orang yang mencintai saya dan saya cintai memang ada. saya memilih berfokus mempersembahkan energi, waktu, dan keberadaan untuk mereka. Saya tidak mau membuang pikiran sia - sia untuk memikirkan orang yang tidak menghargai dan menyakiti saya. saya memilih berpikir seperti itu dari pada capek atau kesal memikirkan mengapa mereka melakukanya. itu hanya membuang waktu yang berharga, yang bisa saya persembahkan untuk orang - orang yang mencintai saya.



" Orang yang hidup untuk membantu orang lain selalu dimudahkan, karena banyak do'a tertuju padanya"

Semoga hari demi hari, waktu demi waktu, saya semakin mampu bertanggung jawab menggunakan waktu yang ada,menggunakan kedamaian hidup yang ada untuk dinikmati sebaik - baiknya. Allah menghendaki Agar dalam hidup saya membahgaiakan orang - orang yang telah dititipkan kepada saya . saya memilih berfikir bahwa orang - orang yang menyakiti saya cuman dipinjam untuk "Berjasa" mendewasakan saya. Semoga saya bisa selalu memilih pikiran yang baik yang menenangkan jiwa..

Wednesday, 3 July 2013

Renungan Diri

Hidup ini bukan tentang aku, kamu ataupun mereka
Tapi hidup ini adalah tentang kita..
Pertanggung jawaban kita
Atas setiap detik,menit,jam hari,minggu atau bahkan tahun yang ALLAH titipkan pada kita..
Atas setiap Hembusan Nafas dan Detak Jantung yang Allah berikan pada kita..
Lalu,
Penahkah kita berfikir tentang ini?...
Pernahkah Kita bertanya pada diri tentang semua waktu yang telah ALLAH berikan pada kita digunakan untuk apa?...
Mana yang lebih banyak menelan Waktu kita di dunia,Beribadahkah atau bahkan dunia?..

Wahai diri..
Apa kau punya Jawaban dari setiap Pertanyaanku ini..
Wahai diri..
Apa yang kau perjuangkan di dunia tidak akan kau bawa kelak di Akhirat nanti..
Wahai diri..
ada apa denganmu,kemana hati yang selalu rindu untuk bertemu dengan nya dalam setiap sujud - sujud panjang disepertiga malam saat semua orang terlelap karena lelah dengan aktivitas dunia..
Wahai diri..
Ada apa denganmu, kemana hati yang selalu menangis karena teringat semua dosa..
Wahai diri..
Ada Apa denganmu, kemana hati yang selalu bersemangat dengan semua ibadah sunah yang dianjurkan, dikala hamba yang lain sibuk berpeluh dengan dunia..
Wahai diri...
Kemana dirimu???...


Ketika kau berpeluh dengan dunia,
bertarung hidup dengan jutaan manusia di muka bumi ini,
jangan sampai kau terwarnai karenanya..
Seharusnya kau yangmampu mewarnai dunia dengan ibadah dan dakwahmu..
tetapi jika mewarnai dunia Saja kau belum Mampu,
maka cobalah kau warnai Negaramu..
tetapi jika itupun kau belum mampu maka Cukup kau warnai Kota mu,
tetapi jika itupun kau tak mampu mewarnai nya cukup kau warnai keluarga kecilmu,
tetapi dengan itupun kau tetap juga tak mampu mewarnai nya maka lihatlah dirimu..
Bagaimna mampu mewarnai Dunia jika sang diripun masih terwarnai..


Wahai diri,
dirimu indah,
indah ketika kau mampu menyeimbangkan kebutuhan dunia dan Akhiratmu..
Cepatlah kembali dan berlari  kepadanya sebelum semuanya menjadi penyesalan terdalam sepanjang hidupmu..