Wednesday, 24 December 2014

Sisi Lain dibalik Hari ibu


 

Setiap tanggal 22 Desember adalah tanggal bersejarah yang  selalu diperingati oleh sebagaian besar orang Indonesia sebagai hari ibu, 
Hari dimana semua anak berbondong - bondong  mengucapkan dan memberikan kejutan kepada ibu mereka untuk mengungkapkan rasa sayang mereka terhadap ibunya masing - masing..
Tapi disni, saya tidak akan membahas tentang apa yang dilakukan oleh sebagian besar Anak  ini, kepada ibu mereka, saya ingin bercerita sisi lain dibalik hari ibu..
Bagi Saya,
hari ibu bukanlah ketika tanggal 22 Desember saja, tetapi bagi saya, setiap hari adalah hari ibu. Ibu adalah deretan cerita panjang yang tidak akan pernah putus, bait - bait puisi yang tidak pernah berujung dan lantunan lagu yang tak pernah habis untuk dinyanyikan.
Ibu, Sosok luar biasa pahlawan peradaban, Coba Renungkan sejenak..
Pernah Berfikir tentang ini?Mungkin disaat bersamaan kita tidak pernah sadar tentang apa yang sudah kita lakukan terhadap ibu kita, saat berbicara, saat menatap tajam dengan mata sinis karena ia tak mengerti keinginan kita saat tingah telah menggores dinding hatinya, dan perkataan kasar senantiasa terlontar tanpa kontrol. Kita tidak pernah menyadari itu bahwa 365 hari yang kita lalui telah membuat hatinya terluka tetapi meskipun begitu lautan kasih sayangnya selalu menghapus setiap luka yang telah kita goreskan meskipun tanpa sengaja kepadanya.
Engkau tahu, 
Beliau adalah sosok luar biasa pahlawan peradaban, ia tak pernah tidur nyenyak saat engkau berada di dalam perutnya, saat lahir engkau selalu membuatnya kerepotan karena rewel dan ia selalu menunggumu setiap malam meskipun engkau sudah terlelap. Berada pada fase anak - anak banyak hal yang mesti ia lakukan untuk menjadikanmu menjadi orang dewasa yang tak boleh dikalahkan oleh peradaban jaman, ia melatihmu lebih keras agar engkau terbiasa dengan terpaan badai yang akan menghantammu kelak setelah dewasa, tetapi engkau malah menganggapnya sebagai siksaan sebagai keyakinan bahwa ia tak menyanyangimu. Lantas setelah seperti itu apakah ia tidak terluka?...
Hari ibu bukanlah pada tgl 22 Desember saja tetapi 365hari yang kita lalui setiap hari, itu adalah hari ibu, hari dimana kita harus menjaga perkataan kita, tingkah laku kita dan selalu membahagiakannya setiap hari bukan hanya dengan Materi tetapi penghormatan kita terhadap semua pengorbanan yang telah ia lakukan untuk kita Putra - putrinya. Karena, setitik Air Mata jatuh yang disebabkan oleh kita Maka saat itulah Allah Murka terhadap kita "SurgaNya ada di telapak Kaki ibu, Pahlawan peradaban"  
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)
Mari budayakan hari ibu setiap hari karena engkau tidak pernah tahu kapan engkau akan bersamanya lebih lama lagi, kapan engkau merasakan belaian lembut kasihsayang - Nya. Semua ada jeda ada limit waktu dan akan ada waktu dimana semua akan terhenti dan engkau belum melakukan apa - apa untuk ibumu.


#Gadis#Renti Susanti
#Jakarta 2014




Tuesday, 23 December 2014

Memaknai Kehidupan

Kita tidak bisa memilih orang tua, tidak bisa memilih terlahir dari keluarga kaya raya, raja-raja,orang tua ganteng-cantik dan sebagainya.
Tapi bukan berarti kita tidak bisa memilih mensyukuri keluarga kita saat ini. Selalu ada alasan kenapa hidup kita begini atau begitu. Dan kalau kita tidak paham, bukan berarti lantas Tuhan tidak adil.
--Tere Liye, novel "Rembulan Tenggelam Di Wajahmu"
 
Saya sengaja Mengutip kata – kata itu dari Novelnya Tere Liye, Karena memang benar dan saya sepakat bahwa saat Kita berada disinipun kita tidak pernah meminta atau bahkan memilih kehidupan yang bagaimana dan terlahir dari keluarga seperti apa, tetapi dengan ini kita diharuskan untuk bersyukur.

Matahari telah terbenam, kembali kepelataran sang maha pencipta, apakah kita masih terpaku?
tentunya kita paham bahwa Hidup ini bukan tentang hari ini, bukan tentang hari kemarin dan bukan pula tentang hari yang akan datang. tetapi tentang pola pikir kita untuk memaknai hidup.

Banyak saya temukan Remaja yang mengeluh tentang kehidupannya, mereka yang telah terbawa arus pergaulan, mereka yang langkah kakinya terhenti dari dunia pendidikan, tentang Keluarganya yang broken Home, Tentang kehidupan yang terlahir dari keluarga yang biasa – biasa saja, tetapi lingkungan menuntutnya untuk terlihat seperti orang yang berada pada kebanyakan Remaja yang lain, lantas mereka menuntut banyak hal pada orangtuanya bahkan kepada keluarganya, Jika tidak terpenuhi keinginannya mereka menganggap bahwa kehidupan ini tidak adil, pertanyaannya memang benar – benar tidak adil kah atau memang kita yang tidak mengerti tentang keadilan-Nya?..

    Coba kembali renungkan, semua orang pasti menginginkan kehidupan yang sempurna bukan?

terlahir dari keluarga kaya, pintar, penuh dengan persahabatan, orangtuanya yang cantik – ganteng, yang harmonis, yang bagus agamanya, yang disukai banyak orang, yang selalu bahagia.
Tentu semua itu tampak sempurna bukan?

Tetapi kesempurnaan itu tetap hanyalah milik Allah semata, Semuanya akan kita dapatkan jika kita mau bersyukur dan kerja keras tentunya kerja keras yang sesuai dengan jalan-Nya.
Ketahuilah,
Bahwa pelangi yang indahpun berasal dari hujan yang deras, dari awan yang gelap, petir yang menggelegar hingga berakhir dengan pelangi, Lantas ketika pelangi tidak muncul setelahnya bukan berarti ia tidak ada, ia hanya bersembunyi untuk keindahan yang akan datang tepat pada waktunya.

Keluarga kita, kehidupan kita adalah permata yang tidak bisa ditukar oleh apapun, bahkan memori kita mengingatnya dengan sangat jelas, kita pernah bahagia bersama keluarga kita, bersama lingkungan kita, bersama sahabat – sahabat kita dengan persahabatan yang kuat tanpa terbawa arus pergaulan yang neko – neko. Jika kita sudah lama tak merasakan hal demikian jangan paksa langkah kaki untuk berhenti  pada garis ini menyerah pada kondisi yang hanya sementara, teruslah berjalan semuanya adalah ladang Amal kita, yang kilaunya serta jiwanya kita yang  mampu menghidupkan.


"Tak perlu ingin terlihat utuh,mewah  jika Sederhana menjadikanmu lebih berwibawa dan berkharisma "

Friday, 17 October 2014

Perbedaan Antara Sekadar Jatuh Cinta dan Benar-Benar Mencintai Seseorang

Sekilas, tidak ada perbedaan yang kentara antara momen jatuh cinta dan mencintai seseorang. Padahal, kedua hal itu justru jauh dari kata ‘sama’. Manusia bisa jadi makhluk banal yang siap tergila-gila pada siapa saja. Namun, mereka juga bisa menjadi makhluk yang mencintai dengan setia, tanpa merasa perlu mencari selainnya.
Apakah kamu sedang jatuh cinta, atau sudah bisa benar-benar mencintai? Sebelum buru-buru melabeli rasamu, simak perbedaan keduanya di artikel ini, ya!

1. Jatuh Cinta Berarti Ingin Memiliki. Mencintai Membuatmu Merasa Tercukupi.

Ketika jatuh cinta dengan seseorang, kamu akan merasa bahwa dialah yang terbaik. Kamu melihat kesempurnaan di wajahnya, lewat penampilan, cara berpikir, hingga caranya bertutur kata. Memuja hampir segala yang dia punya membuatmu cenderung buta. Di saat ini kamu akan menganggap bahwa bahagia berarti ketika bisa memilikinya.
-------
Namun, rasa cinta yang sesungguhnya bukan semata-mata hasrat ingin memiliki. Tanda bahwa kamu benar-benar mencintai adalah ketika kehadirannya jadi begitu penting dalam hidupmu. Bukan berarti hidupmu tidak bahagia tanpa dia, tapi keberadaannya di sampingmu yang menjadikan hidupmu sah dikatakan sempurna.

2. Jatuh Cinta Membuatmu Sering Meminta, Tapi Mencintai Berarti Banyak-Banyak Memberi

Jatuh cinta bisa membuatmu berubah menjadi egois. Kamu berharap dibalas sepadan, minta diperhatikan, hingga menuntut untuk selalu dimengerti. Jika jatuh cinta berarti menjadikan kekasihmu bagai budak yang wajib membahagiakanmu, bukankah cintamu berarti kesialan baginya?
-------
Cinta justru harus banyak-banyak memberi. Ketika benar-benar mencintai, kamu akan merasa bahwa dia layak mendapatkan dirimu seutuhnya. Rasa cinta, kasih sayang, dan perhatian tidak pernah ragu-ragu kamu berikan. Rela belajar masak demi membuatkan bekal makan untuknya, peduli dengan kebersihan kamarnya, hingga perkara cukup rapikah baju yang hari ini dia kenakan. Cinta dengan hebatnya menjadikanmu ikhlas.

3. Emosi yang Meledak-Ledak Itu Berbeda Dari Hati yang Selalu Bisa Diredam

Jatuh cinta membuat emosimu cenderung fluktuatif. Rencana kencan di Sabtu malam bisa membuatmu senyum-senyum bahagia sepanjang hari. Tapi, sebentar saja dia terlambat menjemput sudah membuatmu uring-uringan. Bahkan saat perbedaan pendapat akhirnya membuat kalian mencicipi momen pertengkaran, kamu akan terpancing merasakan kekecewaan hebat.
-----
Saat bisa mencintai dalam-dalam, kamu tidak lagi melewati drama-drama dalam hubunganmu. Selain bisa menjalani hubungan yang dewasa, emosimu cenderung lebih stabil. Melewati satu hari tanpa kabar darinya tidak lagi membuatmu gundah. Terpisah jarak lantaran urusan pekerjaan pun bukan lagi masalah. Satu-satunya yang bisa membuatmu tenang adalah ketika dia mendapatkan yang terbaik – yang membuatnya bahagia.

4. Ketika Kamu Tidak Pernah dengan Sengaja Mengingatnya Setiap Saat

Banyak yang beranggapan bahwa jatuh cinta jauh lebih mudah dan lebih sederhana daripada mencintai seseorang. Dia yang sukses membuatmu jatuh cinta terus berputar-putar di kepalamu. Tidak sedetik pun kamu lewatkan tanpa mengingat kenangan-kenangan saat bersamanya. Tunggu! Sekedar mengingatnya bukan berarti kamu benar-benar peduli padanya, lho!
-----
Saat benar-benar mencintai pasanganmu, kamu justru tidak butuh setiap saat untuk memikirkannya. Tanpa perlu diperintah atau dirangsang, alam bawah sadarmu yang menempatkan dia dalam ingatan. Saat makan siang, sepiring nasi putih dan ayam goreng membuatmu mengingatnya yang menggemari makanan itu. Ketika melihat jam tangan yang terlihat cocok dia kenakan, kamu tidak ragu untuk membeli dan menyimpankan untuknya. Pikirmu: “nanti akan kuberikan jika jam tangan miliknya rusak”.

5. Bersamanya Tidak Membuatmu Mabuk, Tanpa Dia Pun Kamu Akan Baik-Baik Saja

Jatuh cinta membuatmu ingin selalu menghabiskan waktu untuk bersama pasanganmu. Berangkat ke kampus, makan siang bersama, pulang kuliah, jalan-jalan; banyak hal yang tidak ingin dilewatkan begitu saja tanpa kehadirannya. Setiap hari, kamu ingin bisa lebih dekat dengan pasanganmu. Berharap hubungan yang terjalin di antara kalian akan semakin akrab dan intim.
-------
Tapi porsi cinta kalian tidak akan selalu sama. Ada kalanya hubungan jadi begitu hangat. Tapi rasa jenuh bisa juga memaksa kalian sedikit berjarak. Naik turunnya kadar cinta kalian tidak perlu dipersoalkan. Ketika bisa benar-benar mencintai pasangan, kamu justru akan menjalani hubungan yang lebih santai dan minim rasa tidak aman. Cinta yang kuat di dalam hati bisa meyakinkanmu bahwa semua akan baik-baik saja.

6. Berbeda dengan Cinta yang Sebenarnya, Jatuh Cinta Itu Perkara Sepele

Kadang, cinta sekedar layaknya kreasi pikiran dan perasaan manusia. Ketika diinginkan dan diizinkan, kamu bisa jatuh cinta dengan teman baru atau orang asing yang kamu temui di bus kota saat berangkat ke kantor. Tapi, momen jatuh cinta yang sesaat dan tiba-tiba belum bisa menjanjikan apa-apa. Cinta itu bisa saja semakin kuat, pun sekejap hilang berganti cinta yang lain.
-------
Cinta yang sungguh-sungguh biasanya sudah melewati berbagai ujian. Kamu dan pasanganmu mungkin sudah menjalin hubungan selama beberapa tahun. Melewati momen bahagia, sedih, hingga perasaan kecewa lantaran kepercayaan yang pernah dikhianati. Namun, cinta yang kuat menjadikan kalian bisa bertahan — bukan memilih menyerah lalu mencari cinta yang lain.

7. Ketika Benar-Benar Mencintai Pasanganmu Berarti Kamu Sukses Mencintai Dirimu Sendiri

Cinta yang sejati atau sungguh-sungguh tidak akan mudah hilang dan berganti. Selamanya, cinta itu akan tinggal dalam hati dan dirimu, sekalipun si pembawa cinta sudah tidak bersamamu lagi.
Bisa benar-benar mencintai seseorang membuatmu selalu ingin bercermin. Dia yang tinggal dalam hati bisa menjadikanmu pribadi yang baru. Segala yang kamu cintai atas dirinya berhasil mempengaruhimu. Di saat inilah, kamu menikmati cinta yang sesungguhnya: cinta yang damai, menghangatkan, dan membuatmu berkembang.

 Yup, hendak sekedar jatuh cinta atau mencerapi cinta dalam-dalam adalah hak setiap orang. Yang pasti, keduanya tidak lantas boleh melemahkanmu. Seharusnya cinta bisa membuat hidupmu lebih bahagia, ‘kan?
Tujuan dari cinta adalah membahagiakanmu,
Jika lebih banyak pedihnya dari pada gembiranya, pasti itu bukan cinta.


#Gadis#Renti Susanti
#Jakarta 2014