Wednesday, 11 January 2017

Kosong

Aku menatap dalam layar itu, kertas kosong belum terisi, 
aku telah kehilangan insipirasi, imajinasiku kosong 
tak ada yang tersisa. aku tak tahu, apa yang harus kutuliskan 
entah apa yang terjadi terkaanku tak sampai  hingga mendesing sepi.
Aku hampir menyerah pada pendar yang telah tergambar, 
jemariku tak mampu menuliskanya hampir menyerah, namun layar itu seolah berkata :
"tuliskanlah, Aku tau engkau memendamnya begitu dalam". 

Kerinduan itu dalam mengusik, menelisik sampai pada 
titik yang tak mampu ku jangkau.
Engkau yang selalu ada dalam benak tak pernah beranjak.
Selalu mengusiku, tak lelahkah atau engkau menungguku 
untuk menyerah pada jarak?
Telah kubutakan mataku agar aku tak melihatmu dalam bayang, 
telah kutulikan telingaku agar aku tak mendengarmu dalam setiap jeda waktu
dan telah kubungkam mulutku agar aku berhenti berkata.

Nyatanya bagaimana bisa aku memendamnya begitu lama ia seperti jutaan sel kanker
terus menjalar merusak semua bagian hingga sang pemilik rubuh. 
haruskah engkau melihatnya dalam kondisi demikian? 
limbung kehilangan segala, aku menyerah.
biarkan waktu memeluk bisu dibatas senja
aku telah sampai padanya pada titik dimana ketabahanku seperti matahari
tatkala menumbuhkan bunga di nadi sunyi.
  

Jakarta, 11 Januari 2017.


Tuesday, 10 January 2017

Karena hidup bukan hanya tentang ujian tetapi tentang kesyukuran.



Sesuatu  yang utuh itu belum tentu kokoh, yang lengkap tidak menjamin kuat. Kekuatan, kekokohan ada pada keikhlasan (Sep 26, 2012. SRR).

Tangis, marah, kecewa, sedih, menyesal, bahagia, tersenyum. Setiap waktu perasaan kita di aduk - aduk dengan banyak hal ujian  kehilangan, keutuhan, kepergian, kerumitan, kekokohan, kegagalan semua "Dia" ujikan untuk kita. 
Tenanglah, aku tahu ini tidak mudah tapi bukan berarti sulit bukan, karena kita tidak pernah sendiri. Bala bantuan selalu "Dia" berikan untuk kita lewat pintu mana saja.

Jika kita mau renungkan hidup ini selalu penuh teka teki tak terduga, lagi - lagi kita hanya bisa berencana dan bermimpi tetapi tetap saja "Sang Maha" yang menentukan. Manusiawi saat kita merencanakan kebahagiaan keluarga, memimpikan kesuksesan kita dimasa depan atau bahkan memimpikan kebahagiaan di setiap jengkal nadi kehidupan kita. Jangan menyerah, jangan putus harapan perbanyaklah bermunajat kepada-Nya. Disini kita semua sedang berjuang untuk hidup, berjuang untuk semua mimpi - mimpi kita, berjuang untuk orang - orang yang selalu kita kasihi.

Ku katakan, tetap tenanglah..
Tak ada yang tak bisa diselesaikan sekalipun itu rumit untuk kita urai atau bahkan sebenarnya sangat sederhana gulunganya tapi lagi - lagi tak mampu kita urai. Tenanglah, mungkin itu bukan bagian kita, ada "Dia" yang selalu disisi, dan ini adalah bagianya. Kita hanya bisa menunggu sampai itu benar - benar terurai terang benderang sambil kita berfocus pada apa yang akan kita lakukan selanjutnya bukan pada apa yang telah "Dia" ujikan pada kita.

Karena, ujian adalah untuk mendewasakan kita, menempa kita semakin kuat agar kita kuat dimasadepan, karena engkau tidak tahu seberapa lebih rumit, menyakitkan bahkan menyesakan lagi ujian yang akan kita lewati nanti. Perkuatlah !



Wednesday, 21 December 2016

Jangan Hanya Mencari Orang Baik, Namun Cobalah Menjadi Orang Baik

Kita tidak bisa mengatur oranglain berbuat baik untuk kita, kita juga tidak bisa mengatur oranglain untuk menjaga bicaranya kepada kita, pun kita tidak bisa mengatur sikap oranglain supaya itu bisa menyenangkan hati kita. Jelas, kita diberikan karunia yang berbeda - beda, keluarga, tempat tinggal, wawasan, ilmu, pelajaran hidup bahkan orang - orang yang ada di sekitar kita  itu semua akan membentuk kita menjadi seseorang yang "white" or "Black" Not "Gray" bukanya begitu?..

Kita terlanjur sibuk memperhatikan bagaimana oranglain bersikap, berbuat atau bahkan berbicara pada kita sehingga kita hampir lupa bagaimana kita sendiri berbicara, bersikap dan berbuat terhadap oranglain. ada hukum alam yang berlaku jika engkau tidak bisa memperlakukan oranglain dengan baik, Bagaimana engkau dapat mengharapkan oranglain berprilaku baik kepadamu.

Engkau harus tau saat oranglain berbuat demikian pada kita, maka itu adalah cerminan untuk kita apakah kita seperti itu atau apakah kita pernah melakukan hal demikian itu terhadap oranglain? ada perenungan yang dalam untuk membuat kita semua menjadi lebih baik. mejadi manusia seutuhnya yang bersikap sebagai manusia bukan malah sebaliknya. akan selalu ada pelajaran sekalipun itu hal yang tidak menyenangkan.

Yuk mulai untuk #MemperbaikiDiri bukan karena kita ingin dipandang baik atau supaya kita mendapatkan hal yang (sama) baik dari oranglain. Tetapi karena itu sebuah keharusan bahwa kita harus menjadi orang yang baik. 

Baik bukan hanya prilaku dan sikapnya tetapi juga bicaranya, bukan sendiri yang menilai tetapi oranglain yang bisa melihatnya. Bukankah kelak semua itu akan diminta pertanggungjawabanya oleh tuhan?..
Jika kita tidak berfikir dari sekarang bagaimana kita akan sanggup menghadapinya nanti ketika waktunya sudah tiba. jangan menyakiti siapapun tetapi jika itu terpaksa harus dilakukan, maka lakukanlah dengan baik - baik.


Thursday, 1 December 2016

Rupanya cinta tak sesederhana itu

Jakarta, 30 November 2016
Kutuliskan ini untuknya...

Tak ada yang bisa menghentikanya untuk tetap terbang meskipun sayapnya telah patah dan terluka terbangnya tidak tinggi memang, bahkan ia terbang rendah sangat rendah hampir menyentuh tanah.  Tapi, tak pernah menyurutkanya untuk menyerah begitu saja. Keadaan telah memaksanya untuk meninggalkan rumah. Tapi, itu dulu sekarang ia telah berdamai dan lebih tenang hidup di tanah rantau. Jika bisa, tidak ada lagi kata pulang karena ia merasa itu bukan lagi rumah baginya. Segala hal yang telah menyakitkan dimasa lalu ia bungkus sebagai bekal perjalanan dalam perantauan, setiap kali ia lapar dan menyerah bekal itulah sebagai asupan kekuatanya. Karena apapun, hidup harus tetap berjalan. Kini ia telah berada di tengah lautan dengan jutaan manusia lainya, ia berbaur menutupi lukanya setebal mungkin agar tak ada siapapun yang dapat melihat tetesan darahnya. Menutup luka yang masih menganga memang menyakitkan tapi tak mengapa karena hidup harus tetap berjalan. Perlahan tapi pasti aku melihatnya ia sudah bisa terbang dengan gagahnya tak perduli sayapnya yg patah dan terluka. Terbanglah temukan cinta, bahagia dan tenangmu tapi memang tak sesederhana itu harus ada penerimaan, kesyukuran dan tafakur yang tak pernah habis tersapu angin. kita tidak bisa dengan cuma - cuma mendapatkanya tentu semua kewajiban harus ia tunaikan dengan baik.
Rupanya cinta tak sesederhana itu.

Selangkah ia menemukan jalannya sendiri, meskipun tak sama tapi cinta mampu membuat kepakan sayapnya terbang semakin tinggi, ringan tak terasa bahwa sebenarnya masih ada luka yang berangsur pulih, ia telah mengenalnya 1,096 hari sampai dengan hari ini saat aku menuliskan ini untuknya. Terbang menjelajahi cakrawala bersamanya itupun bukan tanpa halangan terkadang ranting dan daun bahkan badai hampir menggoyahkan ritme terbangnya. terseok- seok hampir jatuh bahkan seketika hilang kepercayaan. Namun, ia paham bahwa janji adalah janji sekecil apapun ia memiliki kehormatan. pertemuan itu bukan tanpa alasan justru Allah merancangnya dengan sangat indah, hampir tidak percaya namun takdir telah terurai. keputusannya adalah benar, janji yang harus ditunaikan meski cinta menggenggamnya begitu sangat erat. Mungkin filosofi pasir itu tidak salah tapi aku memaknainya dengan teori baru bahwa saat pasir di genggam dengan sangat erat ia tak akan meninggalkan kepalannya, ia akan tetap tinggal hanya saja kemilaunya telah mati dalam genggaman . Mungkin ini terlihat klise dan munafik karena jika mau ia bisa saja  mengubah dirinya menjadi angin pamit tak telihat. Entah apa yang ada dibenaknya akupun sulit untuk mengurainya, melihat matanya masih ada cinta yang dalam disana. aku menjadi saksi bisunya aku memandangnya dengan tatapan nanar burung itu kembali terluka namun cinta tak perduli karena luka ini jelas tak terlihat.
Aku menjadi saksi bisunya, pada suatu waktu nada putus asa terdengar lirih, ringkih memekikan telinga saat ia meronta ingin pergi tapi tak sanggup hanya karena ia terlalu takut untuk meraskan hal yang lebih sakit daripada ini dan lagi - lagi ia tak ingin melukai yang lain hingga ia rela melukai dirinya sendiri.
Rupanya cintapun tak sesederhana itu.
Saat engkau mengira bahwa cinta sesederhana perkalian dua? ia jelas tidak pernah mengiranya karena ia tahu, cinta tak pernah jadi mudah ketika ia menghitungnya. Dan saat engkau melihat seseorang yang amat tegar menghadapi kehidupan, maka engkau tidak tahu seberapa besar perjuangannya untuk membujuk dirinya sendiri sabar, melepaskan, melupakan, dan semua hal yang ringan dikatakan, tapi berat dilakukan. Saat engkau menyaksikan seseorang yang amat tabah menjalani cobaan, maka engkau tidak tahu seberapa dalam dan menyakitkan hidupnya. Karena bila bicara tentang penerimaan yang tulus, hanya yang bersangkutanlah yang tahu seberapa ikhlas dia telah berdamai.



Friday, 11 November 2016

Bersabar atas pendidikan kehidupan

Terimakasih atas kekuatan, keteguhan hati dan rasa sabar yang telah diajarkan kepadaku, begitu sangat berarti hingga aku bisa berdiri dengan kokoh disini sebagai seorang perempuan dengan tempaan yang tidak mudah.
Aku belajar banyak dari setiap orang yang sudah aku temui, dengan jalan hidup mereka dengan latarbelakang yang berbeda dengan cara membangun kekuatan - kekuatan hidup mereka yang berbeda. sebenarnya hidup ini gratis siapa bilang hidup ini serba mahal bisa belajar dengan gratis tanpa membayar sepeserpun inilah pendidikan kehidupan. Tidak ada istilah keluar atau dikeluarkan dari pendidikan ini yang ada hanya tertinggal dan naik kelas. Naik kelas adalah saat kita diuji oleh yang Maha Kuasa, tapi kita tetap fight bahkan terus belajar menggali kekuatan karena sebenarnya kekuatan itu ada, tak kala kita belajar banyak dari hidup oranglain, dan tertinggal saat kita  merasa sombong menganggap bahwa kita mampu, kita kuat bisa dengan dirisendiri tidak butuh pertolongan oranglain  dan tanpa perlu melihat oranglain.

Aku sangat percaya kepada Rabbku dalam kitabnya, bahwa tidak ada yang tidak bisa dilalui selama kita masih mempunyai kekuatan kesabaran, Ujian ini hanyalah sedikit dari banyaknya kehidupan yang harus kita syukuri. sungguh sabar tak pernah ada batasnya kitalah yang membatasinya menjadi rumit dan tidak pernah bercermin dengan ujian oranglain yang bahkan lebih sulit dari semua yang diujikan kepada kita. 
Tidak ada orang sabar yang tidak pernah belajar dari hidup oranglain, tidak ada orang yang teguh dan kuat hatinya yang tidak belajar dari hidup oranglain. justru pengajaran yang mudah itu adalah saat kita bercermin dengan hidup oranglain. karena faktanya kita tidak bisa bercermin dengan diri sendiri, bahkan untuk melihat sesuatu hal yang besar pada diri kita sendiri saja tidak bisa karena kita justru cenderung melihat kekurangan - kekurangan kita dan dibandingkan dengan hidup oranglain. berhenti untuk itu dan mulailah membangun pemikiran yang baru. Karena boleh jadi oranglain juga belajar dari hidup kita.

Percayalah, tidak ada yang bisa mengalahkan rasa sabar, selemah apapun fisik seseorang semiskin apapun dia, sekali dihatinya punya rasa sabar siapapun tidak bisa menyakitinya. bahkan dunia sekalipun. Tidak bisa.
Pupuklah dia hingga ia tumbuh subur dan menetap dihati kita sampai akar - akarnya menjalar keseluruh tubuh kita dan menjadikan kita semakin kuat. sungguh semua adalah sementara tak ada yang abadi.