Thursday, 25 September 2014

Aku, Awan dan Air

Awan..
karena bentuknya yang selalu berubah, harus rela luruh menjadi rintik hujan, bentuknya selalu berubah mengikuti hukum Alam, Jatuh kesungai, mengalir kelaut, terus menguap ke langit dan kembali menjadi awan lagi..
Bukankah rintik hujan tak pernah bertanya, kenapa mereka harus  meninggalkan tata langit saat harus jatuh membasuh bukit..
------------------------------------------------------
Begitupun dengan hidup,
KITA yang harus ikhlas dan sabar dengan apa yang sudah Allah tentukan untuk kita, sekuat apapun usaha yang dilakukan jika Allah tak merestui maka kita harus rela mengikuti hukum Alam, seperti Awan dan air yang tak pernah menolak jalannya, sekalipun tertutup bebatuan dia selalu mencari celah untuk tetap bisa mengalir..
Bahkan dia tak pernah bertanya kenapa ia harus meninggalkan tata langit saat harus jatuh membasuh
bukit..
Semua yang terjadi adalah kehendaknya, dan Apa yang kita mau belum tentu yang terbaik untuk kita, Allah lebih maha mengetahui..
Hari ini, aku takan berhenti, hari ini aku akan tetap hidup menjalani hari, karena aku tahu ada oranglain yang menginginkan aku untuk tetap bahagia, Apapun yang terjadi dimasalalu itu adalah pelajaran yang terbaik yang tak boleh aku lupakan, tetapi  harus aku catat untuk cambuk kehidupan..

Hari ini, aku takan berhenti, hari ini aku akan tetap hidup menjalani hari, semua kendala tidak akan pernah mematikan mimpiku karena aku sadar jika aku menundanya belum tentu aku bisa melihat kesempatan berikutnya..

Hari ini, aku takan berhenti, hari ini aku akan tetap hidup menjalani hari, Aku harus fokus dengan Masa depanku, aku tahu masalalu memang tak seindah yang aku bayangkan dan Aku inginkan tetapi aku bisa menciptakan masadepanku seperti yang aku impikan, masih ada kesempatan untuk tetap berusaha meraih yang terbaik karena aku sadar ada oranglain yang ingin melihatku dan harus aku bahagiakan, keluarga, kerabat, sahabat dan orang yang kita pilih untuk mengarungi kehidupan..


Semua pasti akan ada yang pulang,kembali kepadanya dan semua pasti akan di kecewakan dan itu menyakitkan, tetapi beliau mengatakan
#dedisusanto# Semua yang terjadi karena ada alasan, dan orang dewasa akan ikhlas menjalaninya..
Apapun Masalahmu, seperti apapun hidupmu, Jangan pernah kehilangan atas semua harapan.



#Gadis#Renti Susanti
#Jakarta 2014

Monday, 15 September 2014

Harapan dan Kematian

Dalam hidup, hanya ada 2 hal yang tak boleh hilang dan yang tak bisa dihindari
yaitu Harapan dan Kematian.
seberat apapun hari yang dirasa, sekelam apapun Masalalu yang dilalui dan sesakit apapun rasa sakit yang di tanggung jangan menjadikan kita kehilangan atas harapan hidup yakin bahwa hidup tidak berhenti disini saja, Allah tidak akan membiarkan hambanya sendirian.
Teruslah berharap, karena tanpanya tak ada kehidupan..

 ***
Masih ada harapan sebelum kematian,
Sebelum kebekuan menuntaskan nyeri.
Atau biarkan jalan-jalan asing dan berbatu itu perlahan melilit hati dan pikiran kita.

Atau biarkan tangan-tangan waktu yang akan membakar dan meledakkan perjalanan kita,
lantas seperti asap kita akan bertiup sambil mendekap bayang-bayang hidup.


"Tapi kalian adalah kepedihan,adalah kepedihan,adalah kepedihan!"
Mungkin begitu, matahari akan berteriak membentak kita.
Tapi napas dan keinginan akan tetap menyatu di puncak pencarian,
sedangkan waktu tak pernah tuntas memberikan jawaban.
Jadi,
tak ada yang harus kita takutkan,
bila akhirnya kita akan tetap sampai pada kematian
***
#Aye#Hope#Death

#Gadis#Renti Susanti
#Jakarta 2014

Thursday, 28 August 2014

Ketika ini menjadi sebuah Keharusan

Dari Judul diatas mungkin saja jadi pertanyaan,
Mau bahas apa artikel yang saya tulis hari ini, dalam judulnya saja sangat jelas "Ketika ini menjadi sebuah Keharusan" dalam artian, Apapun kebaikan itu menjadi sebuah keharusan dalam hidup. Berbicara tentang sebuah kebaikan mungkin sangat luas, saya hanya ingin membahas satu kebaikan saja dengan sederhana yaitu "Menjaga Perasaan" mungkin hal inilah yang saya temukan kebanyakan sekarang, kemunduran moral, sopan santun dan etika sekarang ini yang sudah mulai terlupakan baik di kalangan anak - anak, remaja, dewasa bahkan orangtua.

Memang tidak ada manusia yang benar - benar sempurna dalam hal apapun, tidak ada manusia yang lepas dari kesalahan, hanya milik Allah lah kesempurnaan, tidak ada yang bisa mencapai titik 1 kecuali Allah yang Esa.
Berbicara tentang "Menjaga Perasaan" mungkin berbicara juga tentang tingkah laku kita sehari - hari, Terkadang kita tidak sadar tingkah laku kita, perkataan kita dapat menyinggung perasaan orang lain. yah, Resiko hidup dalam lingkungan banyak orang harus mampu memfilter apapun yang akan dilakukan dan dikatakan agar tak berimbas sebuah keburukan.
Menjaga perasaan orang lain memang bukan pekerjaan mudah, butuh kepekaan yang luar biasa ketika akan bertindak dan berbicara. Sebagaimana Rasulullah SAW pernah bersabda :
Setiap ucapan Bani Adam membahayakan dirinya, kecuali kata-kata berupa amar makruf dan nahi mungkar serta berzikir kepada Allah.” (HR Turmuzi). Hadis ini menunjukkan rentannya penggunaan lisan oleh seseorang.

Ayoo, Kita berbenah diri, semoga kita dijauhkan dari yang satu ini, dan diberi kekuatan untuk tetap bisa menjaga lisan dan perasaan orang lain Sebab, sebagai seorang hamba, belum tentu kita lebih suci/lebih baik daripada orang yang kita maki, lebih mulia daripada yang kita hina. Akhirnya, akan lebih bermakna kalau kita renungi perkataan Malik bin Anas dalam menyikapi perbuatan dosa orang lain.
Ia berkata, “Jangan memandang dosa-dosa orang seolah kamu adalah Tuhan, perhatikanlah dosa-dosamu sebagai seorang hamba. Kasihanilah mereka yang terkena musibah (cobaan) dan bersyukurlah kamu yang selamat.”

Wallahu’alam bissawab

#Gadis#Renti Susanti
#Jakarta 2014

Sunday, 24 August 2014

Ketika Sudah berada dititik terjenuh !


Semua orang tahu, bahwasanya kehidupan itu tidak mudah.. tetapi kita harus tetap bertahan sampai kita sudah di ijinkan untuk pulang oleh-Nya..
Menarik Nafas panjang, terasa berat memang, ketika sudah berada dititik terjenuh kehidupan, lelah memang ketika berada jauh dari siapapun, keluarga dan orang2 terkasih, rutinitas bekerja dan kuliah menjadikan semuanya terasa jenuh, aktifitas yang sama yang harus dikerjakan selama 30 hari 24 jam..
Pernah berfikir, inging mengakhiri (Upss, tapi bukan bunuh diri yah), pernah memang,pernah berfikir untuk menyerah dan pulang, tapi itu bukan cara yang anggun yang harus dilakukan..
Lantas ada penyelesaian dari rasa yang dihadapi sekarang?..
Jawabannya, tentu ada..
Bersyukur dan ikhlas adalah salah satu penyelesaian yang arif dan bijaksana, tidak mudah memang, karena memang sengaja Allah tidak menjadikannya mudah, karena DIA ingin kita berjuang untuk mencapainya..
Jika direnungkan,
"Banyak orang yang tidak mempunyai pekerjaan, bahkan mereka sampai kebingungan apa yang harus saya kerjakan setelah selesai pendidikan?.. dimana dan bagaimanan caranya saya mendapatkan pekerjaan, sedang saya sudah berusaha mencari kesana kemari untuk mendapatkannya, so, simple pertanyaan mendasar..
dan ini wajib kita syukuri sebagai seorang yang sudah bekerja.. terbayang jika kita berada pada posisi demikian..
"Allah, Ampuni kami, yang kadang lalai mengucap syukur padamu..
Percayalah,
Semuanya akan cepat berakhir, seperti daun, ia akan jatuh pada waktunya..
Nyanyian itu, cukup melegakan, meskipun memang hanya untuk sementara, saat berada pada titik terjenuh dan jauh dari siapapun, kita hanya mempunyai ALLAH dan diri sendiri untuk membangun semangat diri kita sendiri..
Bagaimanapun kekuatan terbesar lahir dari diri kita sendiri bukan oranglain..


    
#Gadis#Renti Susanti
#Jakarta 2014
                                                                                                      



Tuesday, 24 June 2014

Ketika saya tahu, Bahwa hidup itu tidak Mudah..

Memang, saya bukan seorang anak yang dilahirkan dari seorang keluarga yang berada, bukan pula dilahirkan dari keluarga yang serba mudah ketika hendak mendapatkan sesuatu. Tapi, itu tidak mengurangi rasa syukur saya pada Allah yang Maha Esa atas segala nikmat saat ini yang saya rasakan. saya malah merasa menjadi anak yang paling beruntung, karena dengannya Allah izinkan saya untuk merasakan nikmatnya perjuangan dan perjalanan hidup dengan jerih payah sendiri, dan Allah hadirkan mereka yang ada disekeliling saya untuk menguji kedewasaan saya. sungguh nikmatnya sebuah proses.

Saya tahu, Saya bukan orang yang terlalu kuat, tapi dengan semua yang sudah saya alami, saya  sudah tebiasa dengan hal itu, meskipun tentunya anda tahu itu tidak mudah untuk seorang anak perempuan yang ditinggalkan orang yang paling berarti dalam hidup untuk selamanya, yaitu ayah tercinta, sang lelaki pilihan satu - satunya orang yang paling bertanggung jawab dalam hidup saya dan keluarga saya.
Jujur saja, dialah satu - satunya orang yang mengajarkan saya dengan keras dan lembut, dia perlihatkan dunianya semua kehidupannya, agar saya belajar darinya. dia juga yang selalu mendengarkan saya, membuat semua prestasi saya disekolah begitu berarti dan harus saya pertahankan. disaat yang lain tidak perduli. meskipun begitu saya tidak pernah melupakan jasa ibu sedikitpun, Naudzubillah..

Beliau pendiam, keras, tapi lembut hatinya, dia lebih banyak mengorbankan dirinya untuk oranglain dibandingkan untuk kebahagiaanya sendiri. Saat dulu, dia yang mengajarkan saya untuk menghormati mereka, terutama ibu, bagaimanapun surga ada dibawah telapak kaki ibu, meskipun pintunya ada di tangan ayah yang bekerja. saya merasakan sakitnya waktu dulu tapi beliau juga yang mengajarkan saya untuk tetap menjadi anak yang teguh dan tangguh. 

Sulit memang ketika harus ditinggalkan dan belum sempat memberikan kebahagiaan yang terbaik untuknya tetapi bagaimanapun hanya satu yang bisa dilakukan seorang anak untuk ayah yang sudah pergi terlebih dulu yaitu mendo'akannya dan menjadi wanita yang solehah untuk memudahkanya bertemu dengan Sang penguasa Alam.
Kalau boleh meminta, saya ingin keluarga yang utuh kembali meskipun tanpa ayah, bukan hanya ada adik saya dan ibu, saya juga ingin kedua kakak saya dekat kembali. jujur saya kesepian. terlebih ketika kakak laki - laki saya menikah. saya hanya merasa kehilangan 2 sosok laki - laki dalam hidup saya sekaligus, mungkin bukan hanya saya saja yang merasa, adik dan ibupun merasa demikian.
Tetapi apapun itu, hidup harus tetap dijalani, disyukuri dan di nikmati semuanya adalah pembelajaran dan proses diri menuju keanggunan.

"Semua yang terjadi karena ada alasan, dan orang dewasa akan ikhlas menjalaninya #DediSusanto"
Sesulit apapun perjalanan, jangan sampai kehilangan harapan karena itulah satu - satunya kunci kehidupann Karena ada mereka yang harus dibahagiakan. I always love my family :-*



#Gadis#Renti Susanti
#Jakarta 2014